BANYUMAS – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas secara resmi, akan segera meluncurkan program inovatif bertajuk MAS-EKODAYA (Masjid Berbasis Sosial, Pendidikan, Ekonomi dan Budaya), sebuah inisiatif transformasional yang bertujuan menghidupkan kembali peran strategis masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.
Program ini digagas oleh Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd, Kepala Kemenag Banyumas, sebagai bagian dari proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVII tahun 2025, berkolaborasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. MAS-EKODAYA lahir dari keprihatinan atas fenomena maraknya masjid megah namun kurang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
“Ironi saat ini, banyak masjid megah dengan kas besar, tapi masyarakat sekitarnya masih kesulitan pendidikan, kesehatan, bahkan kebutuhan pokok. Masjid harus kembali hadir sebagai solusi umat,” ujar Dr. Ibnu. kepada awak media Rabu (30/04/2025)
MAS-EKODAYA hadir sebagai bentuk reorientasi fungsi masjid, tak hanya tempat ibadah, namun juga pusat pelayanan sosial, pendidikan alternatif, pemberdayaan ekonomi umat, dan pelestarian budaya lokal. Program ini senada dengan visi nasional Kementerian Agama RI melalui kebijakan MADADA (Masjid Berdaya dan Berdampak).
Program ini disambut positif oleh berbagai tokoh lintas organisasi keagamaan di Banyumas. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas M. Djohar AS menyebutnya sebagai langkah berani dan perlu dicontoh. “Ini bukan sekadar proyek, tetapi gerakan nyata menghidupkan fungsi masjid sebagai penggerak peradaban,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas adalah Drs. KH. Taefur Arofat, M.Pd.I., menyampaikan bahwa MAS-EKODAYA sejalan dengan misi dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual, tapi wadah pembinaan akhlak, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ukhuwah umat. Kami dari MUI siap mendukung penuh program MAS-EKODAYA ini sebagai wujud nyata dakwah bil hal,” tegasnya.
MAS-EKODAYA akan dijalankan dalam tiga tahap: jangka pendek melalui uji coba di sejumlah masjid pilot, jangka menengah dengan ekspansi ke 50 masjid, hingga jangka panjang melalui program Gebyar MAS-EKODAYA di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.
Dengan mengusung semangat “Kebersamaan, Berprestasi, dan Menjadi yang Terbaik”, Kemenag Banyumas optimis bahwa MAS-EKODAYA dapat menjadi warisan keberlanjutan yang memperkuat masjid sebagai pilar peradaban dan kesejahteraan umat.(Djarmanto-YF2DOI).












